Bisnis.com, JAKARTA — Bank Indonesia memperkirakan bahwa standar penyaluran kredit pada kuartal I/2022 akan lebih ketat dari kuartal terakhir tahun lalu, seiring naiknya suku bunga kredit dari sejumlah bank. Direktur Eksekutif, Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI), Erwin Haryono menjelaskan bahwa berdasarkan Survei Perbankan BI teranyar, pertumbuhan kredit baru pada kuartal IV/2021 mengalami kenaikan secara kuartalan. Kenaikan itu tercermin dari posisi saldo bersih terimbang (SBT). Pada kuartal IV/2021, nilai SBT permintaan kredit baru tercatat 87 persen, lebih tinggi dari nilai SBT permintaan kredit baru kuartal III/2021 senilai 20,9 persen. Menurut Erwin, kenaikan penyaluran kredit baru terindikasi terjadi pada seluruh jenis penggunaan, terlihat dari nilai SBT yang positif.

error: Konten terlindungi !!